Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Siap Jadi Tunas Integritas

Bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi menyelenggarakan Festival Anti Korupsi pada Rabu (14/6) bertempat di halaman gedung C6 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Lebih dari 440 peserta Festival Anti Korupsi menyatakan diri siap menjadi tunas integritas dan melawan penyebaran tindak korupsi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Drs Solehatul Mustofa MA mengingatkan kembali akan bahaya korupsi. Ia mengatakan bahwa korupsi adalah hal yang merugikan negara. Korupsi diibaratkan seperti rayap yang memakan kayu dari dalam, yang membuat kayu terlihat kuat di luar, namun keropos di dalam. Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi merupakan hal yang penting dalam menanggulanginya.

Kegiatan yang bertema “Masa Depan Indonesia tanpa Korupsi” ini, menghadirkan tiga pembicara yakni Dr Eko Handoyo MSi, Suharsi SKM MKes, dan Zaka Akhmad SIP SH.

Eko Handoyo menjelaskan masa depan Indonesia akan menjadi lebih baik tanpa korupsi. Sedikit maupun banyak, korupsi pasti akan menimbulkan dampak dan akibat bagi pelakunya.

“Mungkin tidak sekarang, tapi lambat laun dampak dari korupsi pasti akan terlihat. Jika dihubungkan dengan konteks agama, dampak tersebut bisa didapat saat masih hidup di dunia ataupun di akhirat kelak” jelas Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi tersebut.

Sementara itu, Suharsi menjelaskan bahwa kejahatan di Indonesia sudah luar biasa. Untuk menanggulanginya, perlu perubahan kearah yang lebih baik. Generasi muda harus mampu menjaga integritas dan memiliki dedikasi bagi bangsa dan negara. Menurutnya, sudah saatnya generasi muda menerima estafet kepemimpinan bangsa.

Selanjutnya, Founder Sekolah Integritas Zaka Akhmad membahas terkait bentuk perilaku koruptif yang sering dijumpai di ranah Pendidikan.

“Perilaku koruptif itu banyak, seperti mencontek, datang terlambat, titip absen, dan lain sebagainya. Perilaku tersebutlah yang nantinya menjadi cikal bakal tindakan korupsi” jelasnya.

Turut hadir Anggota KPK dan Dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial.

Setelah paparan materi, acara dilanjutkan dengan tiga permainan antikorupsi yang dilakukan oleh peserta festival. Permainan yang diinisiasi oleh KPK ini, diharapkan dapat menanamkan nilai antikorupsi pada peserta.

(Kontributor: Iwan Hardi Saputro dan Dwi Hermawan)

 

Dukung Visi UNNES, Panitia PGMK 2017: Berkarakter, Berprestasi, dan Bereputasi

Kepanitiaan Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan (PGMK) 2016 menyerahkan tugas dan jabatan kepada Kepanitiaan PGMK 2017 pada Minggu sore (12/6) bertempat di ruang C4-125 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Menjadi bagian dari Universitas Negeri Semarang, Kepanitiaan PGMK tahun 2017 siap mendukung visi UNNES untuk menjadi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Dalam sambutannya, Ketua panitia PGMK 2017 Kresna Bayu Perdana menjelaskan bahwa nama PGMK di tahun 2017 adalah PGMK Garuda. Dalam penuangan visi PGMK Garuda terdapat tiga konsep penting yang mendukung capaian visi UNNES.

“Saya ingat perkataan Pak Rektor. Untuk bisa bereputasi kita harus bisa berprestasi. Dengan memiliki karakter yang baik dan luhur, prestasi akan lebih mudah untuk kita dapatkan. Sehingga kita sebagai mahasiswa harus memiliki karakter yang luhur dan mampu berprestasi, dan memiliki reputasi yang baik” jelas Mahasiswa PPKn angkatan tahun 2016 ini.

Ia menambahkan, pemilihan nama PGMK Garuda terkait dengan simbol/lambang negara Indonesia dan makna filosofis yang dimiliki.

“Pemilihan nama PGMK tahun ini terinspirasi dari lambang negara kita. Makna filosofisnya bahwa Garuda merupakan raja dari para burung yang memiliki kemampuan menjelajah secara luas dan terbang tinggi” jelasnya.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan Iwan Hardi Saputro SPd MSi mengpresiasi kegiatan ini sebagai langkah awal dari program kerja panitia PGMK tahun 2017.

“Sebagai ketua PGMK tahun 2005, saya merasa sangat bangga dengan perkembangan PGMK saat ini. Ini merupakan langkah awal yang baik bagi panitia PGMK 2017. Kepramukaan itu penting bagi calon guru PPKn. Tidak jarang, seorang guru PPKn diminta menjadi Pembina ekstrakurikuler Pramuka. Oleh karena itu, melalui PGMK peserta didik diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai kepramukaan dengan baik” jelas Iwan.

Turut hadir Dosen Jurusan Politik dan Kewarganegaraan Ruhadi SPd MPd dan mahasiswa PPKn lintas angkatan.

Direncanakan, setelah Serah Terima Jabatan, hadirin akan melaksanakan Buka Puasa Bersama dan Salat Tarawih Bersama. Kegiatan akan diakhiri dengan rapat kerja oleh Panitia PGMK tahun 2017.

(Kontributor: Iwan Hardi Saputro dan Dwi Hermawan)

78 Mahasiswa PPKn UNNES Ikuti Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran


Foto Bersama Dosen Pengampu Mata Kuliah Media dan Sumber Pembelajaran PPKn

Mahasiswa PPKn angkatan tahun 2015 menyelenggarakan pelatihan pembuatan media pembelajaran bagi internal mahasiswa pada Sabtu dan Minggu (3-4/6) di Gedung C4 Fakultas Ilmu Sosial.
Perkembangan teknologi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Dalam dunia Pendidikan, penggunaan media pembelajaran yang tepat menjadi salah satu syarat tersampaikannya pesan pendidikan dengan baik.
Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan pelatihan pembuatan media pembelajaran oleh mahasiswa PPKn angkatan tahun 2015 ini.

Ketua Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKn) sekaligus dosen pengampu mata kuliah Media dan Sumber Pembelajaran PPKn Drs Tijan MSi menjelaskan, pelatihan ini sebagai upaya mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.

Pembicara dalam pelatihan ini merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yan Amal Abdillah.

“Pelatihan ini menggunakan aplikasi Adobe Flash Professional CC untuk windows versi 64 bit dan Adobe Flash CS6 untuk versi 32 bit. Hal tersebut, nantinya bergantung pada laptop masing-masing” jelas Amal.
Pelatihan diikuti oleh 78 mahasiswa dan didampingi dosen pengampu mata kuliah Media dan Sumber Pembelajaran PPKn Giri Harto Wiratomo SPd MHum selama dua hari.

“Hari pertama, peserta akan dikenalkan dengan beberapa dasar penggunaan Adobe Flash. Selanjutnya di hari kedua, peserta mulai mendesain dan menyusun media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan” tambah Amal.

(Kontributor: Iwan Hardi Saputro dan Dwi Hermawan)

Kuliah Umum Bersama Dosen UNS


Pemberian Plakat oleh Martien Herna Susanti SSos., M.Si Kepada Erna Yuliandari SH MA

Setelah sebelumnya sukses dengan penyelenggaraan kuliah umum bertema “Positioning Kebudayaan dalam Kebijakan Pembangunan : Intelectual History dalam ranah praktik” bersama Andy Bangkit Setiawan PhD, Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menyelenggarakan kuliah umum bersama dosen tamu pada Selasa (30/5) bertempat di Padepokan Karakter Gedung C4 Fakultas Ilmu Sosial.
Kuliah umum kali ini menghadirkan Dosen mata kuliah Demokrasi dan Pemilu Program Studi PPKn Universitas Sebelas Maret (UNS) Erna Yuliandari SH MA sebagai pembicara.

“Hubungan antara Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi itu tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling berkaitan dan menentukan kehidupan dalam penyelenggaraan tata kehidupan berbangsa dan bernegara” jelas Erna.
Menurutnya HAM sebagai indikator negara demokrasi merupakan jaminan hak warga negara, mulai dari hak hidup, hak mendapatkan pendidikan, kebebasan beragama, menyatakan pendapat, dan lain sebagainya.
Dalam perkuliahan bertema Demokrasi dan Pemilu ini, Erna juga menghimbau peserta untuk meningktkan partisipasi politik.

“Selain HAM, indikator lainnya dari sebuah negara demokrasi adalah partisipasi politik. Partisipasi politik tidak hanya sebatas mengawal saat pemilu saja. Partisipasi disini, diartikan pengawalan pra pemilu, saat pemilu, dan pasca pemilu ketika pemerintah terpilih menjalankan pemerintahan. Jadi, kita sebagai warga negara harus aktif dalam pengawalan tersebut” tegasnya.

Kuliah dosen tamu tersebut diinisiasi setelah beberapa waktu lalu, Dosen Jurusan Politik dan Kewarganegaraan UNNES Martien Herna Susanti SSos., M.Si menjadi pembicara kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNNES).

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh manfaat akademis melalui kajian ilmiah yang dipaparkan oleh pembicara” jelas Penanggung jawab kegiatan sekaligus Dosen pengampu mata kuliah Demokrasi dan HAM ini.
Diskusi perkuliahan yang diikuti oleh lebih dari 70 mahasiswa ini, berlangsung hangat disertai tanya jawab yang kritis antara pembicara dan peserta.

Perkuliahan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pembicara, penanggungjawab, dan peserta perkuliahan.

(Kontributor: Iwan Hardi Saputro dan Dwi Hermawan)

Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional Dosen PKn FIS Unnes

Prof Suci saat memberikan paparan materi pelatihan penulisan jurnal internasional

Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKN) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan pelatihan penulisan jurnal internasional pada Senin (22/5) di Padepokan Karakter gedung C4 Fakultas Ilmu Sosial UNNES.

Pelatihan ini menghadirkan Prof Dr Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti MSi sebagai pembicara utama.

Prof Suci menjelaskan pentingnya menulis jurnal dan publikasi ilmiah bagi dosen.

“Pepatah jawa mengatakan “ajining diri saka lathi” yang artinya seseorang dapat dihargai karena ucapan atau lidahnya. Begitu pula dengan dosen, “ajining diri saka tulisan” dengan menulis dosen akan lebih dihargai” jelas Prof Suci.

Selain itu, Prof Suci juga menyampaikan tips menulis jurnal internasional. Pertama, dosen harus mempunyai hasil penelitian dan mencari informasi topik penelitian sejenis. Kedua, mengasah kemampuan di bidang Information and communication technology (ICT) dan berbahasa inggris. Terakhir, selalu update informasi dan pantang meyerah.

Kegiatan ini diikuti oleh semua dosen Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKN).

Ketua Jurusan PKN Drs Tijan MSi mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya menambah kajian akademik. Ia berharap melalui pelatihan ini, professor dan dosen mampu meningkatkan kemampuan untuk menulis. Hal tersebut untuk meningkatkan publikasi ilmiah bagi professor dan dosen dengan jabatan lektor kepala. Mereka diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional.

(Kontributor: Iwan Hardi Saputro dan Dwi Hermawan)