PADEPOKAN KARAKTER

DISKUSI RABUAN:

MANAJEMEN PENGUATAN KARAKTER BERBASIS PADEPOKAN KARAKTER

 

Penguatan karakter berdasar Pancasila perlu diwujudkan dalam tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu krisis bangsa yang penting untuk segera diatasi adalah masalah karakter pemuda. Pada hari rabu, tanggal 17 Juni 2015 telah dilaksanakan diskusi rabuan FIS. Kegiatan ini diawali pukul 08.00 yang dihadiri oleh dosen-dosen di lingkungan FIS dan mahasiswa. Diskusi rabuan kali ini mengambil tema manajemen penguatan karakter berbasis Padepokan Karakter. Pembicara dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Maman Rachman, M.Sc. sebagai Ketua Padepokan Karakter PKn dengan dimoderatori oleh Moh. Aris Munandar, S.Sos., MM. Kegiatan ini bertempat di gedung C7 Lantai 3 FIS. Kegiatan ini diisi pemaparan dari ketua Padepokan Karakter dan sesi tanya jawab.

Kegiatan ini mendapat respon dan rasa antusias yang tinggi dari peserta kegiatan. Prof. Maman sebagai pembiacara menjelaskan maksud dari kelahiran Padepokan Karakter yaitu guna menguatkan Unnes sebagai Universitas Konservasi, terutama konservasi nilai yaitu penguatan karakter. Juga dijelaskan tujuan munculnya Padepokan Karakter ini guna mempelajari, mengkaji dan menguatkan segala aspek yang berkaiatan dengan pendidikan karakter melalui pemahaman, pengenalan, keteladanaan. Menurut beliau, manajemen Padepokan Karakter terutama dari segi organizing perlu diperkuat. Pancasila selama ini hanya sebagai pajangan dan hiasan dinding. Pembiasan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan story teeling misalnya pembiasaaan bertemu dengan ibu. Menyadari bahwa kondisi sekarang banyak tantangan, maka demikian mulai diri sendiri dan mulai dari sekarang. Tidak perlu menunjuk nilai-nilai Pancasila tapi nilai-nilainya dilaksanakan. Mengajar karakter tidak seperti membalikan tangan. Pembiasaan, contoh dan mengenalkan. Dan ini susah tapi kita jangan tanpa usaha. Nilai itu bersinergi, tidak hanya disiplin saja tapi semua karakter menjadi internalisasi pada diri kita. Pembelajaran karakter hanya sebatas ceramah. Perlu ide kreatif dan inovatif seperti story telling, komik dan audio visual untuk mengurangi kekuarangan pelaksanaan pendidikan karakter selama ini.

Padepokan Karakter merupakan salah satu cara untuk mengenalkan, membiasakan dan menginternalisasikan kepada generasi muda. Simbol Padepokan ini memakai Pa’de Kara dan Ujang Ukon. Buku-buku dan media di Padepokan Karakter akan segera di patenkan oleh LP2M Unnes.

 

Reporter : Giri Harto Wiratomo

Seminar Nasional Kewaspadaan : Pancasila dan Radikalisme

Mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) angkatan 2015 FIS Unnes menyelenggarakan seminar nasional bertema “Kewaspadaan Nasional: Pancasila dan Radikalisme”. Menurut Ketua Panitia Ginawan Riyanto, seminar yang diselenggarakan Kamis (4/6) bertempat di C7 lantai 3 FIS dihadiri 359 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa Unnes, mahasiswa UPI, guru SMA, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum.

Hadir sebagai pembicara, Wakil Gubernur Akademi Militer Brigadir Jenderal Sudirman, S.H. dan Guru Besar Filsafat Pancasila UGM Prof. Dr. H. Kaelan, M.S. Dalam materi yang disampaikan, Brigadir Jenderal Sudirman mengatakan pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi fenomena gerakan radikalisme di Indonesia. Kewaspadaan nasional akan mampu mendeteksi, mengantisipasi sejak dini, dan melakukan aksi pencegahan berbagai bentuk dan sifat potensi ancaman terhadap NKRI.

Pemateri lain, Prof. Kaelan menjelaskan saat ini Pancasila ditenggelamkan dan dalam kenyataannya hanya sebatas rumusan verbal dalam Pembukaan UUD 1945, sedangkan realisasi normatif dan praksis justru mengagungkan dan mendasarkan pada filsafat liberal. Bukti kondisi tersebut adalah peranan negara yang semakin minim dan memunculkan radikalisme. Menurut Prof. Kaelan, ideologi yang saat ini baik yang bersifat normatif maupun praksis sudah mengarah ke paham liberal, perlu sekali diadakan revitalisasi Pancasila. Strategi utama untuk revitalisasi Pancasila adalah dengan melalui pembudayaan kebenaran pengetahuan Pancasila secara objektif terutama di dunia pendidikan Indonesia.

Seminar nasional ini merupakan praktik Mata Kuliah Seminar PKn. Noorochmat Isdaryanto selaku dosen pengampu mengatakan tujuan praktik seminar ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui dan mempraktikkan kegiatan yang bersifat ilmiah. Kegiatan ilmiah yang dimaksud dapat berupa seminar, lokakarya, simposium, sarasehan, dan sebagainya.

 

Gedung C4 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229 Telp: (024) 8508014